This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 03 Juni 2016

Paradigma Psikopatologi



Menurut Thomas Kuhn, paradigma dapat didefinisikan sebagai kerangka konseptual atau model yang dengannya seorang ilmuwan bekerja (a conceptual framework or model within which a scientist works). Ia adalah seperangkat asumsi-asumsi dasar yang menggariskan semesta partikular dari penemuan ilmiah, menspesifikasi beragam konsep-konsep yang dapat dianggap absah maupun metode-metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan dan menginterpretasikan data. Tegasnya, setiap keputusan tentang apa yang menyusun data atau observasi ilmiah dibuat dalam bangun suatu paradigma.
Sejak awal penyelidikan ilmiah tentang perilaku abnormal dimulai, terdapat dua sudut pandang utama yang berkembang: (1) somatogenik, yang berasumsi bahwa setiap keterbelakangan mental disebabkan oleh suatu ketidakberfungsian fisik; dan (2) psikogenik, yang berasumsi bahwa penderita sakit yang tidak bermasalah atau sukar dipahami secara fisik harus dijelaskan dalam terma-terma psikologis.
Psikologi abnormal kontemporer mengenal setidaknya lima paradigma atau model utama, yaitu: (1) fisiologis; (2) psikoanalitis; (3) pembelajaran; (4) kognitif; dan (5) humanistis.
Paradigma Fisologis
Paradigma fisiologis (physiological paradigm) biasanya mengarah pada model penyakit atau medis (medical or disease model). Maher mengatakan, “perilaku menyimpang diistilahkan sebagai patologi dan diklasifikasikan berdasarkan symptom, dimana pengklasifikasiannya disebut diagnosis. Proses-proses yang didesain untuk mengubah perilaku tersebut disebut terapi dan diaplikasikan kepada pasien di rumah sakit jiwa (mental hospitals). Jika perilaku menyimpangnya hilang, pasien bisa dinyatakan sebagai sembuh (cured).”
Dalam paradigma medis ini, perilaku abnormal diserupakan dengan suatu penyakit. Awalnya, penyakit hanya dipahami sebagai sekedar tanda-tanda atau symptom yang teramati, tetapi sejak muncul germ theory dari Louis Pasteur, penyakit dijelaskan sebagai akibat dari infeksi sejenis organisme atau virus. Sekalipun kemudian diketahui bahwa tidak semua jenis penyakit bisa dijelaskan dengan menggunakan teori benih tersebut. Tetapi dalam paradigma ini, semua penyakit yang terjadi dibaca sebagai gangguan-gangguan dari proses fisiologis tubuh.
Paradigma Psikoanalitis
Paradigma psikoanalisis bisa dikatakan paling populer dalam bidang psikopatologi dan terapi. Sigmund Freud (1856-1939) yang dianggap sebagai bapak psikoanalisa membagi jiwa kedalam tiga bagian prinsipil, yaitu: id, ego, dan superego. Id hadir sejak kelahiran manusia yang menjadi bagian dari kepribadian yang membangun semua energi yang menggerakkan jiwa. Id memiliki dua insting, yaitu Eros dan Thanatos. Eros adalah kekuatan integratif hidup yang disebut libido atau energi seksual yang bergerak di atas prinsip kesenangan (pleasure principle). Ketika memasuki usia enam bulan, bagian kedua kepribadian tumbuh dalam diri manusia yang disebut ego. Tugas utamanya adalah berhubungan dengan realitas melalui fungsi-fungsi perencanaan dan membuat keputusan. Jadi, ego bergerak di atas prinsip kenyataan (reality principle). Bagian ketiga dari kepribadian adalah superego yang membawa standar moral masyarakat. Superego berkembang melalui resolusi dari konflik oedipal yang secara umum hal ini ekuivalen dengan apa yang disebut sebagai nurani atau kata hati (conscience).
Melalui studinya bersama Breuer, Freud menemukan bahwa ego pada dasarnya bersifat sadar (conscious), sekalipun ia juga memiliki aspek ketidaksadaran yang disebutnya mekanisme bertahan (defense mechanism) untuk melindungi diri dari kecemasan (anxiety). Freud menilai bahwa sebagian besar faktor determinan yang penting dalam perilaku bersifat tidak tersadari (unconscious). Freud memandang kepribadian manusia sebagai suatu sistem energi tertutup dimana di dalamnya bertarung ketiga bagiannya untuk memperebutkan bagian dari energi yang ada. Pemikiran Freud juga sangat bersifat deterministik, sampai-sampai keseleo lidah (slips of the tongue) dibaca sebagai akibat dari suatu sebab spesifik dari ketidaksadaran.
Freud mengenalkan beberapa macam jenis kecemasan. Pertama ia mengemukakan tentang neurotic anxiety yang muncul dari terhambatnya impuls-impuls ketidaksadaran. Karena adanya represi itulah, impuls yang tertahan tertransformasikan menjadi kecemasan yang bersifat neurotis. Selanjutnya Freud menyajikan pengertian baru atas konsep kecemasan neurotisnya, dimana hal itu dibaca sebagai buah ketakutan akan akibat yang bakal diterima jika suatu kebutuhan atau keinginan dituruti. Jenis kecemasan lainnya adalah kecemasan obyektif (objective anxiety) yang muncul sebagai akibat dari reaksi ego terhadap bahaya yang bersifat eksternal, seperti takut kepada harimau dsj. Ada juga yang diistilahkan sebagai kecemasan moral (moral anxiety) yang terjadi karena takut hukuman atau perasaan bersalah dan malu karena gagal mematuhi standar moral atau perilaku yang ada.
Mekanisme bertahan (defense mechanism) sebagai strategi yang sekalipun tak tersadari berguna untuk menjaga ego dari kecemasan, memiliki beberapa bentuknya. Salah satunya yang terpenting adalah represi (repression), dimana impuls atau pikiran yang tak terpenuhi oleh ego ditekan kedalam ranah ketidaksadaran. Bentuk-bentuk lainnya adalah projection, displacement, reaction formation, regression, dan rationalization. Terapi psikoanalitis berusaha menghilangkan represi-represi tersebut dan berusaha membantu pasiennya menghadapi konflik masa lalunya dan mengatasinya di bawah terang realitas kedewasaan.
Paradigma Pembelajaran/ Behavior Paradigm
Behavioral or learning paradigms muncul ketika John B. Watson memproklamirkan psikologi sebagai disiplin keilmuan yang harus didekati secara obyektif eksperimental. Maka dimulailah berbagai eksperimentasi untuk menyelidiki ‘aspek pembelajaran’ dari perilaku di atas teori S-R (stimulus – respon). Terdapat beberapa model eksperimentasi ‘aspek pembelajaran’ dari perilaku, antara lain: classical conditioniong dari Ivan Pavlov (1849-1936), operant conditioning dari Edward Thorndike (1874-1949) dengan the law of effect-nya yang nanti dikembangkan lebih jauh oleh Burrhus Frederick Skinner dengan reinforcement-nya, dan modeling yang dieksperimentasikan oleh Bandura dan Menlove yang kemudian menguatkan teori mediasi dalam pembelajaran (mediational learning paradigms).
Paradigma Kognitif
Psikologi kognitif fokus pada bagaimana seseorang menstrukturkan pengalamannya, bagaimana mereka menjadi menyadarinya, dan mentransformasikan rangsangan kedalam informasi yang berguna. Kognisi sendiri adalah terma yang merujuk pada proses-proses mental seperti perceiving, recognizing, conceiving, judging, dan reasoning. Seseorang menyematkan setiap informasi baru kedalam jaringan terorganisir dari akumulasi pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya yang biasa disebut sebagai schema. Perbedaan mendasar pandangan kognitif dari pemikiran analisis mediasional adalah terletak pada aspek interpretasi aktif. Jika kelompok mediasi melihat stimulus secara otomatis menghasilkan respon mediasional internal, maka kelompok kognitif memandang minor peran dari reinforcement. Mereka justru percaya bahwa seseorang secara aktif menginterpretasikan stimulus dari lingkungannya dan termasuk bagaimana ia mentransformasikannya untuk mempengaruhi perilaku. Para terapis kognitif berupaya merubah proses berfikir pasien-pasiennya untuk membantu mereka mengubah emosi dan perilakunya. Beberapa pola terapi telah diperkenalkan tokoh-tokohnya dalam hal ini, seperti: cognitive restructuring dari Davison, rational-emotive dari Albert Ellis, dan selectively abstract dari Aaron Beck.
Paradigma Humanistik
Abraham Maslow (1908-1970) menyajikan pandangan psikologi humanistik yang mengakui individu sebagai makhluk yang pada dasarnya positif, sehat, unik, aktif, penuh potensi, bertujuan, dan baik. Dan segala kepedihan manusia berawal dari penolakan terhadap semua kebajikan yang dimilikinya tersebut. Paradigma humanistik meyakini bahwa terapis seharusnya membantu seseorang untuk menemukan diri mereka sendiri dengan sepenuh perasaan, dan membantunya belajar mengekspresikan dirinya tanpa terbebani apa yang orang lain fikirkan tentangnya. Pola terapi yang dikembangkan dalam tradisi ini adalah client-centered dari Carl Rogers. Inti dari pola ini adalah pengembangan aspek penerimaan dan penghargaan serta empati terhadap perasaan dan tindakan klien.
Implikasi paling penting dari paradigma adalah pengaruhnya terhadap cara seorang peneliti mencari jawaban atas suatu persoalan yang ada. Yang jelas, hingga kini definisi tentang keabnormalan masih saja muncul beragam, mencakup: statisctical rarity, subjective distress, disability, dan norm violations. Lepas darimana yang paling memuaskan, para psikopatologis dapat memakai definisi mana yang paling tepat untuk kajian mereka.

Verbatim Teknik Humanistik


Konseli/Konselor
Dialog
Teknik
Konseli
Selamat pagi bu…(sambil mengetuk pintu)
Pembukaan
Konselor
Selamat pagi juga (sambil berdiri). Mari silakan masuk (menghampiri konseli dan berjabat tangan). Silakan duduk Nak

Penerimaan klien
konseli
Iya bu, terimah kasih.

konselor
Kalau boleh ibu tahu, nama kamu siapa?

konseli
Nama saya Agustina bu…
Perkenalan
konselor
Oh iya agustina, perkenalkan nama ibu Ester ipang. Kamu bisa panggil ibu Ester

konseli
Iya bu….

koselor
Ibu sangat senang bertemu dengan kamu (sambil tersenyum). Terimah kasih karena kamu sudah mau datang untuk melakukan proses konseling ini.

Kehangatan
konseli
Iya bu..., sama-sama.


konselor
Baiklah, apa ada yang bisa kita bicarakan hari ini!
Pertanyaan terbuka
Konseli
Iya bu, jadi begini, saya masih bingung untuk memilih jurusan ketika saya memasuki perkuliahan nantinya, karena kemauan saya bertentangan dengan jurusan  yang kakak saya ingin untuk saya program.


Keruntutan
konselor
apakah sebelumnya agustina sudah pernah mengikuti konseling?

Konseli
Iya saya sudah pernah mengikuti konseling bu,
 dan saya sangat senang melakukan proses konseling karena di dalam melakukan konseling inilah saya bisa curhat tentang masalah-masalah yang saya alami bu…

konselor
Kalau begitu, sepertinya kamu sudah banyak mengetahui tentang konseling ya….?

konseli
Iya gak juga bu, Cuma tahu sedikit saja

konselor
Baiklah sebelum kita masuk ke dalam proses konseling. saya akan menjelaskan sedikit bahwa dalam proses konseling ini kita akan bersama-sama mendiskusikan masalah apa yang sedang kamu alami, sehingga kita bisa menemukan mana yang baiknya untuk kamu dalam menghadapi masalah ini. Agar apa yang kita inginkan dalam proses konseling ini dapat tercapai dengan baik, ibu mau supaya kamu bisa terbuka dalam menceritakan masalah kamu. Kamu tidak perlu takut untuk saya membeberkan kepada orang lain apa yang kamu ceritakan nantinya. Karena sudah tugas kami sebagai seorang konselor untuk membantu kamu dan menjaga rahasia kamu nantinya.  Ibu usahakan pasti bisa menjaga semua rahasia kamu terkait dengan masalah ini. Percayalah sama ibu



Pemberian informasi
Konseli
Iya bu baiklah saya percaya

konselor
Tadi diawal pembahasan kita kamu katakan bahwa kamu masih bingung untuk memilih jurusan ketika kamu memasuki kuliah nantinya. Apakah agustina bisa menceritakannya secara lebih jelas lagi!


Refleksi isi
konseli
Iya bu, saya masih bingung. karena jurusan yang saya inginkan tidak sesuai dengan kemamuan kakak saya. Kakak saya menyuruh saya untuk mengambil jurusan matematika bu

konselor
Kalau bisa ibu tahu, apa yang menyebabkan agustina lebih tertarik untuk memilih jurusan BK, daripada memilih jurusan matematika

konseli
Jadi, sebenarnya saya lebih tertarik untuk mengambil psikologi, tetapi berhubung karena jurusan ini belum ada di UBT, jadi saya akan mengambil jurusan BK. saya tertarik mengambil jurusan ini karena saya ingin lebih banyak belajar tentang ilmu kejiwaan. Selain itu, karena ibu saya mengalami gangguan jiwa lima tahun berakhir ini, setiap hari ngomong sendiri, kemudian dia seperti ada orang yang terus-menerus membisikkan sesuatu ditelinganya. Dan inilah salah satu alasan yang membuat saya untuk tertarik dalam mempelajari ilmu jiwa atau ilmu psikologi. Dengan cara seperti ini, suatu saat saya pasti bisa menemukan jawabannya, kenapa ibu saya sampai mengalami gangguan jiwa tersebut. Dan sama sekali saya tidak memiliki minat untuk mengambil jurusan mate-matika, karena memang kemampuan saya dibidang study ini sangat kurang. Dan bahkan sewaktu di SD saya pernah tinggal kelas karena nilai matematika saya yang rendah. saya tidak mau hal yang sama terjadi lagi. Saya tidak mau memaksakan sesuatu jika tidak sesuai dengan kemampuan yang saya miliki bu…







Pemberian informasi
konselor
Iya, ibu mengerti apa yang kamu alami saat ini. Jangan sampai kamu putus di tengah jalan nanti kalau kamu mengambil jurusan yang memang kamu tidak suka. Kamu harus bisa memberikan penjelasan kepada kakak kamu bahwa saya tidak ada minat sama sekali untuk mau mengambil jurusan matematika. Bagaimana saya akan menjalani ke depannya nanti. Karena segala sesuatu itu dapat dijalani dengan baik,dan itu semua berawal dari adanya kemauan yang berasal dari diri sendiri, tanpa ada paksaan dari siapapun. Jadi jika saya mengikuti kemauan kakak kemudian saya tidak mampu dalam menjalaninya, maka itu semua hanya percuma dan sia-sia. Apa yang saya inginkan dan apa yang kakak juga inginkan tidak akan pernah tercapai dengan baik.  kamu pasti bisa menjelaskan sama kakak kamu kenapa kamu lebih memilih jurusan BK dan itu semua ada tujuan tertentunya buat kamu dan juga keluarga kamu.







Empati
Konseli
Iya bu, saya akan berusaha memberikan penjelasan kepada kakak saya. Tapi saya takut nanti kakak saya tidak mau membiayai uang kuliah saya bu…

konselor
Ibu yakin kamu pasti bisa…(sambil tersenyum)
Dorongan minimal
konseli
Iya bu…, semoga saya bisa

konselor
Jadi, kamu merasa takut kakak kamu marah sama kamu ketika memberikan penjelasan kepada dia bahwa sebenarnya kamu Cuma mau mengambil jurusan BK ketika kamu kuliah nanti!

Refleksi perasaan

konseli
Iya seperti itulah bu….

konselor
Terkadang memang kita merasa takut dalam melakukan sesuatu. Walaupun itu benar sesuai dengan kenyataan . tetapi bagaimanapun juga kamu harus bisa mengalahkan perasaan takut tersebut yang terus menghantui kamu. Kamu harus mencoba, tapi ibu sangat yakin bahwa kamu pasti bisa.



Pemberian Penguatan



konseli
Iya bu, saya akan berusaha untuk terus-menerus mencobanya sampai kakak saya bisa menerimanya dengan baik

konselor
Baiklah, supaya kamu bisa menyampaikan atau menjelaskannya kepada kakak kamu nanti dengan baik, agar kamu tidak merasa tegang atau gugup, disini ibu akan memberikan salah satu teknik dalam melakukan konseling yaitu teknik kursi kosong. Dimana  dalam teknik ini kamu bisa melatih diri kamu untuk berbicara dalam memberikan penjelasan kepada kakak kamu nantinya, agar semua dapat berjalan dengan baik. Apakah kita sudah bisa memulai teknik kursi kosong ini?




Merumuskan tujuan
koseli
Iya bu, baiklah…

konselor
Silahkan kamu memposisikan diri kamu senyaman mungkin…kemudian bayangkan di kursi kosong itu ada kakak kamu yang sedang duduk. Apakah kamu sudah bisa membayangkannya…


Kursi kosong
konseli
Iya bu, saya sudah bisa membayangkan kakak saya sedang duduk di kursi itu

konselor
Coba bayangkan apa yang kamu akan katakan kepada  kakak kamu terkait dengan jurusan yang kamu akan pilih nantinya.apakah kamu sudah membayangkan, coba kamu ceritakan kembali apa yang kamu katakan kepada kakak kamu

Kursi kosong
konseli
Kak, saya minta maaf sebelumnya. Kalau yang kakak inginkan untuk saya memilih jurusan matematika saya tidak bisa kak. Karena kemampuan saya di bidang study ini sangat kurang. Percuma saya memilih jurusan ini nanti jika memang tidak ada kemauan dari dalam diri saya sendiri kak. Karena bagaimanapun juga sesuatu bisa berjalan dengan baik jika memang ada kemauan tanpa ada paksaan. Saya Cuma ingin kuliah dan mengambil jurusan bimbingan dan konseling. Karena saya mau mempelajari lebih banyak tentang psikologi, tentang ilmu kejiwaan. Kakak bisa lihat sendiri, bagaimana keadaan ibu selama lima tahun terakhir ini. Saya ingin belajar bahwa sebenarnya apa yang menyebabkan ibu mengalami gangguan jiwa. Selain itu saya akan mencoba mencari tahu apa yang bisa kita lakukan untuk bisa menyembuhkan ibu kak, walaupun itu susah, tapi saya akan berusaha. Saya harap kakak juga bisa memahami keinginan saya ini dan juga memahami kemampuanku kak

konselor
Coba bayangkan bagaimana tanggapan kakak kamu setelah kamu memberikan penjelasan, kalau anda sudah membayangkan. Bisa dicerita ulang kembali

Kursi kosong
konseli
Iya dek kalau memang itu sudah yang betul-betul menjadi keinginan kamu, silahkan. Kakak juga sadar bahwa seharusnya kakak tidak boleh terlalu egois dalam hal ini, karena bagaimana pun juga kamu sendiri yang akan menjalaninya dek. Kamu yang akan merasakan susah dan senangnya.


Konselor
Setelah kita melakukan teknik ini, dimana kamu akan menyampaikan hal ini atau memberikan penjelasan kepada kakak kamu!
 
Kursi kosong
Konseli
Nanti saya akan mencobanya bu, setelah kakak saya sudah pulang kerja

konselor
Setelah proses koseling yang kita lakukan sejauh ini, bagaiman perasaan kamu

konseli
Saya sudah merasa nyaman, tenang, dan bahkan saya memiliki keberanian untuk memberikan penjelasan kepada kakak saya nanti.

Konselor
Iya baiklah, semoga pertemuan kita hari ini dapat bermanfaat. Lain kali jika kamu ada waktu dan ada yang mau diceritakan sama ibu atau mau melakukan konseling. silahkan saja datang menemui ibu di ruangan ini.


Penutup

konseli
Iya bu, terimakasih atas bantuannya, saya mau pamit dulu bu. selamat pagi bu

konselor
Baiklah nak, selamat pagi (sambil berjabat tangan dan tersenyum)

Penutup